Naskah Pidato & Ceramah
  1. PENDAHULUAN

Hari ini adalah hari yang bersejarah di lereng Gunung Latimojong, di bawah bayang-bayang Lalono dan Buntu Duri, berkumpul kembali ratusan putra-putri desa ini. Mereka yang berdatangan dari tempat yang jauh maupun dekat, pada hari ini berkumpul kembali dalam acara Reuni Keluarga Besar Serumpun dari Malua Duri. Reuni kerluarga menjadi lebih berarti karena mereka yang hadir adalah juga putra-putri yang telah berhasil mencapai suatu strata tertentu dalam dunia pendidikan tinggi, baik pada strata sarjana muda maupun strata sarjana lengkap.

Jika kenangan dan pikiran kita dikembalikan ke masa lampau, dan kita bandingkan apa yang telah menjadi kenyataan pada hari ini, maka jelaslah bahwa karunia Allah Yang Maha Besar telah kita terima dan telah terjadi atas keluarga besar Desa Malua yang tercinta ini. Lima puluh tahun yang lampau, salah seorang putra desa ini telah pergi meninggalkan desa ini dengan modal “tiga ikat jagung” – seperti yang telah kita dengarkan dari penuturan orangtua kita Bapak Haji Moh. Riza. Namun, modal yang sebenarnya adalah semangat yang menyala dan membara serta iman yang kuat yang senantiasa teguh dan yakin akan bantuan dan petunjuk Allah Yang Maha Kuasa.

Putra desa lima puluh tahun lalu pergi meninggalakan desa ini, telah ikut dalam revolusi menegakkan kemerdekaan di Jogja, dan telah mengabdi kepada republik sebagai abdi negara dan abdi masyarakat lebih dari 40 tahun lamanya. Setelah menyelesaikan masa baktinya dua bulan yang lalu, hari ini berada di tengah-tengah kita generasi kedua dan bahkan generasi ketiga dalam upaya meniti karir di jalur pendidikan. Pada hakikatnya kita semua yang berada ditempat ini adalah pertemuan tiga generasi dari putra-putri desa ini dalam jalur pendidikan.

Jika kita berpaling ke masa lampau untuk menilai apa yang kita capai hari ini, nyatalah betapa besar perubahan yang telah dialami oleh masyarakat kita, sejalan dengan pertumbuhan bangsa kita sebagai bangsa merdeka selama 40 tahun yang lalu. Masyarakat desa ini juga telah banyak mengalami perubahan dan arus kemajuan, juga kehidupan modern telah pula sampai di desa ini. Proklamasi Kemerdekaan telah mengubah susunan masyarakat lama menjadi masyarakat baru yang memberi peluang untuk semua orang untuk maju, sesuai bakat dan kemampuannya.

Kita yang hadir di tempat ini, sebagai putra-putri yang lahir atau leluhurnya di desa ini adalah sebagian di antara mereka yang berhasil memajukan dirinya mencapai kemajuan melalui pendidikan. Keberhasilan di bidang-bidang lain pada hakekatnya bersumber dari pengetahuan dan kemampuan yang ditempa melalui pengalaman dan pendidikan formal.

Perubahan-perubahan besar yang telah terjadi selama lima puluh tahun lampau begitu pesat. Meskipun, tidak semua warga desa dan keluarga serumpun di desa Malua memperoleh manfaat dan kesempatan yang sama dari peluang-peluang untuk maju tersebut. Mereka yang tetap tinggal di desa mendapat peluang untuk meningkatkan taraf hidup dan memajukan usaha dalam berbagai bidang, khususnya usaha pertanian dan usaha lainnya. Meski demikian, masih tetap merupakan kenyataan tentang keterbatasan-ketertinggalan, dan kurang mampu untuk menggunakan kesempatan, serta peluang untuk maju dan mengubah nasib (sesuai dengan ketentuan Allah, bahwa manusia lah yang harus berupaya mengubah nasibnya, sebelum mengharapkan karunia Allah dalam hidupnya).

Pada saat yang penting ini, patutlah kita menengok dan memalingkan kenangan ke masa lampau, untuk mempersiapkan diri dan menetapkan langkah untuk menuju masa depan. Dari pelajaran masa lampau, kita memperoleh keyakinan bahwa kita semua dapat mencapai kemajuan. Kita memiliki kemampuan, tapi kita tidak atau belum menggunakan kemampuan kita untuk memilih jalan yang tepat. Dari pengalaman masa lampau, kita dapat memperoleh pelajaran berharga. Pelajaran berharga yang menurut saya dapat ditarik dari pengalaman itu adalah:

Bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan kemampuan-kemampuan kepada kita, kemampuan untuk maju dan mengubah nasib. Tetapi, tidak semua kita menyadari karunia Tuhan tersebut.

  • Bahwa meskipun kita sadar dan mengetahui kemampuan-kemampuan kita sendiri, tidak semua kita mengetahui cara-cara untuk mengembangkan kemampuan-kemampuannya, dirinya sendiri atau anak-anaknya.
  • Meskipun kita mengetahui cara-cara untuk meningkatkan kemampuan kita, tidak semua orang memiliki kemauan yang cukup dan upaya perorangan yang selalu terbatas jangkauannya.
  1. Kita harus memperoleh gambaran tepat tentang bagaimana kondisi masyarakat Indonesia yang akan kita hadapi di masa depan yang dekat maupun jauh. Pengetahuan tepat untuk mengatasi ketidaktahuan, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran dan dorongan yang kuat untuk melangkah, untuk mencapai kemajuan.
  2. Untuk bisa tetap mendapat tempat yang sewajarnya dalam susunan masyarakat Indonesia di masa depan, kita harus memiliki modal yang kuat, berupa pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam berbagai jenis profesi dimasa depan. Tanpa pengetahuan dan kemampuan-kemampuan tertentu seseorang akan tersingkir dan sulit mendapatkan tempat yang sewajarnya, apa lagi, tempat yang terhormat.
  3. Jalur terpenting dan terutama –disamping jalur-jalur lainnya –adalah jalur pendidikan. Seseorang yang ingin mendapat tempat yang sepatutnya dalam masyarakat, haruslah berhasil mencapai jenjang dalam jalur pendidikan. Jalur itu bertingkat-tingkat, dan makin tinggi tingkatannya main besar peluang menempati struktur yang lebih.
  4. Jika kita ingin agar keturunan kita dapat mencapai keberhasilan melalui jalur pendidikan, harus ada usaha dan upaya tambahan, agar kita dapat memiliki dan rnengembangkan kemampuan dan bakat anak-anak kita sampai tingkat yang terbaik sesuai dengan kodratnya. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang bermutu dan harus dapat lolos dari seleksi yang ketat dalam sistem pendidikan kita dewasa ini dan di masa depan. Bukan sekedar pendidikan, melainkan pendidikan yang bermutulah yang akan membuat anak-anak kita dapat memperoleh kesempatan-kesempatan yang tersedia dan disediakan oleh sistem pendidikan nasional kita.
  5. Jika kita ingin mencapai mutu yang tinggi, harus bersedia berkorban lebih besar: uang, waktu, dan tenaga. Pengorbanan hari ini adalah modal yang ditanam, yang akan diterima di masa depan dengan hasil yang lebih besar. Investasi manusia (human investment) akan memberikan hasil yang 1ebih besar, jika dapat berhasil dengan baik.
  6. Untuk dapat mencapai dan menggalang potensi yang kita miliki, yang tidak memiliki arti jika dilaksanakan sendiri-sendiri, maka diperlukan penyatuan potensi. Untuk itu diperlukan organisasi. Organisasi yang dapat memobilisasi potensi yang kecil menjadi besar, yaitu: yayasan.
  7. Dalam organisasi yayasan tersebut, dua hal harus efektif. Pertama, mobilisasi potensi dan mengerahkan dana untuk yayasan. Kedua, program apa yang dikerjakan demi untuk mendorong kemampuan dari seluruh keluarga besar untuk mencapai prestasi yang terbaik.

Hal-hal inilah yang akan dikemukakan dalam makalah ini.

  1. MASA DEPAN DAN TANTANGANNYA
  1. Dari Masyarakat Pertanian ke Masyarakat Industri.

Kita harus mengetahui gambaran bagaimana masyarakat Indonesia dimasa depan. Agar kita dapat mengetahui apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk mempersiapkan generasi baru, yaitu anak-anak kita memasuki masa depan. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bahwa masyarakat kita dewasa ini akan memasuki masyarakat industri, akan beralih dari masyarakat pertanian menuju masyarakat industri.

Kita sedang menyaksikan suatu perubahan pesat dalam masyarakat, tidak saja masyarakat Indonesia, melainkan masyarakat dunia. Teknologi yang dikembangkan manusia telah membuat jarak yang jauh menjadi dekat, bahkan hubungan antara siang dan malam telah dapat dijalin melalui teknologi komunikasi. Hubungan antar planet segera menjadi kenyataan dan angkasa raya ciptaan Allah menjadi terbuka bagi manusia. Namun, pada saat yang bersamaan sebagian besar umat manusia masih tetap harus berjuang untuk mempertahankan hidup, bergelimang dengan penderitaan dan kemiskinan.

Masyarakat yang maju terwujud dalam masa yang sama, dimana bagian umat manusia masih berada pada tahap perkembangan teknologi seperti berabad-abad lampau. Kita di sini mengalami hal yang sama. Kita menyaksikan kemudahan hidup karena teknologi, tetapi kemampuan menjangkau pemanfaatan teknologi tetap terbatas.

Kita masih tetap dalam pertanian model lama, sedangkan dimasa depan sistem pertanian segera akan mengalami perubahan. Teknologi dan pengetahuan manusia membuat sistem pertanian akan mengalami perubahan. Untuk itu kita semua harus siap menghadapinya. Pertanian cara lama (subsistent) akan berubah menjadikan pertanian usaha (agri-bisnis). Untuk itu perlu pengetahuan dan anak-anak kita harus siap menghadapinya.

Dalam masa industrialisasi yang akan datang, masyarakat kita akan menjadi masyarakat maju, masyarakat dengan teknologi maju. Struktur masyarakat akan mengalami perubahan, serta tiang-tiang utama dalam masyarakat akan berpusat pada industri dan teknostruktur yang diciptakan oleh masyarakat Industri.

Teknostruktur yang tercipta dengan suatu proses akan menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat. Barangsiapa berhasil menempati kedudukan yang baik dalam teknostruktur, akan berperanan penting, dan yang tidak mampu akan tersisih dan tenggelam dalam susunan rumit masyarakat. Oleh karena itu, perlu diketahui pilar-pilar utama dalam teknostruktur yang akan datang.

Masyarakat Indonesia di masa depan adalah masyarakat yang makin tertata secara profesional. Profesionalisme akan berkembang dan profesi-profesi tertentu akan menempatkan orang dalam teknostruktur secara tepat. Namun, dasar utama untuk mendapatkan tempat dalam profesi tertentu tetap melalui jalur pendidikan.

  • Pilar-Pilar Profesi dalam Teknostruktur di Masa Depan.

Sektor-sektor kehidupan masyarakat di masa depan akan berkisar dalam tiga lingkungan, yaitu dunia industri/perusahaan, sektor pemerintahan, dan bidang-bidang kemasyarakatan. Namun, ketiga sektor kehidupan tersebut, dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Untuk mendapat tempat terhormat dalam salah satu di antara tiga tempat tersebut, haruslah seseorang memiliki penguasaan dalam salah satu bidang keahlian atau keterampilan tertentu.

Berikut ini beberapa lingkungan profesi yang menuntut kemampuan tertentu dimasa depan:

  1. Industri dan Dunia Usaha.

Dimasa depan, sebagian masyarakat akan hidup di sekitar industri, pabrik-pabrik besar atau kecil. Untuk dapat bekerja di perusahaan dan industri haruslah menguasai salah satu kemampuan tertentu manajer atau engineer. Keduanya memerlukan pendidikan formal. Manajer profesional akan memegang peranan penting, dan perusahaan-perusahaan keluarga akan berubah dan berkembang menjadi perusahaan yang dikelola secara profesional. Untuk itu perlu keterampilan yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun melalui kursus-kursus khusus, seperti akuntasi, komputer, bahasa Inggris/ kesekretariatan dan lain-lain.

  • Sektor-sektor Pemerintahan :

Akan menjadi salah satu lapangan kehidupan terpenting, di samping dunia usaha dan industri. Jalur ini pun hanya dapat dimasuki melalui pendidikan formal (APDN, IIP, universitas). Dalam sektor pemerintahan ada dua ciri utama yaitu manajer/birokrat dan manager teknokrat. Keduanya juga mensyaratkan pendidikan formal yang tinggi, paling sedikit sarjana S-1, bahkan dimasa depan hanya mereka yang berpendidikan S-3 (Doktor) akan menempati posisi kunci dalam struktur pemerintahan) atau paling sedikit S-2.

  • Profesi Politik.

Dalam kaitan dengan sektor pemerintahan, maka dunia politik juga akan menjadi suatu profesi yang penting dan menentukan. Namun, untuk dapat tampil dalam profesi politik sebagai legislator, anggota DPR, atau yang lainnya, juga dibutuhkan tingkat kemampuan tertentu, baik melalui pendidikan maupun melalui pengalaman kepemimpinan dalam organisasi. Dasar untuk muncul dalam kepemimpinan harus diketahui secara tepat, yaitu kepribadian yang baik, kegigihan, dan ketekunan. Namun disamping itu tetap dibutuhkan kemampuan pengetahuan yang hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal. Sekarang pun juga telah nampak dengan jelas, bahwa mereka yang diangkat menjadi pengurus dalam organisasi pemuda (KNPI, AMPI, dan lain-lain) amat ditentukan oleh pertimbangan kemampuan, barulah faktor-faktor lain.

  • Dunia Pendidikan dan llmu Pengetahuan.

Di masa depan profesi karya di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi menjadi amat penting, dan menjadi sumber dari lapisan kepemimpinan dalam berbagai sektor kehidupan kemasyarakatan. Teknokrat akan berasal dari kalangan ilmuwan yang memiliki kemampuan dan penonjolan dalam bidang spesialisasi tertentu (teknokrat dalam industri pesawat terbang, ahli biologi, ahli kimia nuklir, psikologi, dan lain-lain), yang dapat beralih ke bidang-bidang lain, untuk sementara atau tetap. Mereka menjadi kelompok yang sering disebut teknokrat.

Kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan menempatkan profesi ilmuwan mendapat tempat yang penting dalam teknostruktur masa depan, meskipun bukanlah tempat yang menjanjikan kemudahan material paling baik. Untuk memasuki profesi ini, jelas dituntut suatu tingkat kemampuan yang tinggi, jauh diatas kemampuan rata-rata pada umumnya. Di universitas, untuk menjadi tenaga pengajar perlu IP yang sekurang-kurangnya 2.75, bahkan mungkin akan meningkat batas terendah persyaratan tersebut.

Untuk itu, ada dua persyaratan pokok, yaitu penguasaan atas dasar-dasar matematik dan kemampuan bahasa asing. Untuk memasuki struktur universitas di masa depan, kemampuan seperti diatas mutlak, karena komputer hanya dapat dikuasai dengan pengetahuan dasar matematik yang cukup kuat. Ilmu pengetahuan hanya dapat dikuasai dengan kemampuan membaca dengan baik, khususnya literatur dalam bahasa asing. Tanpa kedua persyaratan tersebut, sulit kiranya bersaing untuk memasuki lingkungan yang amat penting ini.

Pusat-pusat penelitian akan berkembang, dan banyak kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintahan dan pembangunan di masa depan yang bergantung pada hasil-hasil kegiatan ilmiah yang dilaksanakan dalam lembaga-lembaga semacam itu. Apakah itu merupakan bagian dari universitas negeri atau swasta yang berwibawa, seperti CSIS, LP3ES, Studi Pembangunan Indonesia dan lain-lain.

  • Dunia Swasta dan Sektor Kemasyarakatan.

Banyak profesi baru akan muncul dan yang lama akan makin kuat. Di antaranya adalah jurnalis, seniman, dan bahkan pengacara/advokat. Dalam masa sekarang sudah jelas bahwa profesi-profesi tersebut akan makin kuat dan makin penting. Dan puncak-puncak dalam teknostruktur di masa depan akan berasal dari sektor-sektor profesional seperti ini.

Jurnalis : Industri Pers di masa depan akan makin penting, bankan akan menjelma menjadi kekuatan politik yang amat menentukan. Pers akan menentukan kehidupan politik nasional dan menjadi kekuatan tersendiri dalam masyarakat, di samping organisasi politik dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, profesi dalam bidang jurnalistik amat penting dan menentukan. Namun, untuk memasukinya diperlukan pengetahuan dan kemampuan tertentu, dan hanya sedikit orang yang memulai karir yang berhasil menjadi jurnalis atau wartawan yang baik dan profesional.

Seniman: Profesi ini pun akan makin penting dan kelak akan menjadi salah satu puncak profesi yang membuat seseorang mencapai ketenaran melebihi politikus, dan kekayaan material yang dicapainya dapat melebihi kekayaan pengusaha yang paling kaya sekalipun. Di Barat bukti-bukti mengenai hal itu banyak sekali. Syaratnya ialah pengenalan bakat, dan mengembangkannya dengan tepat. Seniman yang berbakat tumbuh dengan kekuatan bakatnya, tetapi harus ada yang mendorongnya, memberikan dukungan dan fasilitas. Hal yang terpenting adalah peluang untuk mengetahui bakat-bakat yang dimiliki, dan berusaha mengembangkan bakat-bakat tersebut sebaik-baiknya. Inipun memerlukan pengarahan dan pendidikan tertentu.

Pengacara: Bersama dengan profesi hukum lainnya seperti hakim dan jaksa, profesi ini akan makin penting. Begitu pula profesi notariat akan makin penting dalam masa industri dan dimana masalah hak-hak akan menjadi persoalan yang paling penting.

Disamping jenis-jenis profesi yang telah dikemukakan di atas, dalam masyarakat industri akan banyak sekali profesi pendukung, pekerjaan-pekerjaan sampingan dan tingkat menengah yang berada disekitar profesi-profesi inti tersebut. Sifat dasarnya tetap ada dua macam, yaitu administrasi dan manajemen atau spesialisasi dalam bidang teknik tertentu. Pekerjaan-pekerjaan itu dapat diperoleh melalui keahlian dan keterampilan menengah, yang diperoleh melalui jalur pendidikan diploma dan keterampilan lainnya.   

  1. SYARAT-SYARAT UNTUK MEMASUKI “TEKNOSTRUKTUR” DAN PROFESIONAL
  1. Excellence (Kecemerlangan).

Di masa depan, salah satu syarat yang menentukan seseorang untuk tampil dan berhasil ialah jika dapat berkembang dalam jalur profesional dengan kemampuan cemerlang. Excellence atau kemampuan yang luar biasa, memang untuk sebagian ditentukan oleh bakat yang dibawa sejak lahir. Namun, dalam banyak hal justru seseorang yang memiliki bakat dan kemampuan tinggi tidak dapat berkembang dengan cemerlang, karena berbagai hambatan. Hambatan-hambatan itu sebagian karena ketiadaan kesempatan. Oleh karena itu, perlu sekali dilakukan usaha, agar sejak kecil dapat dibina dan dikembangkan suatu upaya untuk memupuk bakat dan kemampuan yang tersembunyi dalam diri anak-anak.

Tentu saja akan timbul persoalan, bagaimana mengetahui bakat seseorang di masa kecil. Untuk mudahnya, haruslah diusahakan agar proses pendidikan (proses belajar) dari seorang anak dapat tetap tersalur secara semestinya. Anak-anak haruslah mendapatkan pendidikan yang terbaik, agar kemampuan-kemampuannya dapat berkembang secara memadai. Sebagai contoh, di Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1981/1982, kurang lebih 30% dari mahasiswa yang diterima adalah tamatan SMA dari Tana Toraja (Tator).

Ini tidak berarti bahwa anak-anak dari kabupaten lain terkebelakang dalam inteligensi (IQ rendah). Mungkin kalau diteliti pada umumnya tidak terlalu berbeda jauh. Hal ini makin nyata setelah membandingkan hasil studi mereka setelah masuk UNHAS. Tidak ada bukti yang nyata bahwa anak-anak mahasiswa dari Tator senantiasa mempunyai kemampuan lebih tinggi dan lebih cepat selesai dibandingkan dengan anak-anak dari kabupaten lain. Yang jelas ialah, bahwa sistem pembinaan melalui SMA di Tator rata-rata amat efektif dalam arti kesiapan menghadapi ujian masuk universitas. Ini kelebihannya dan mereka berhasil.

Contoh yang lain, yaitu SMA Cakke, yang selama beberapa tahun terakhir senantiasa menempati ranking yang tinggi di Sulawesi Selatan, karena sistem persiapan para siswa yang akan tamat, dengan pembentukan klub belajar atas bimbingan beberapa orang guru. Hal ini amat baik untuk diteruskan dan ditingkatkan. Namun, masih tetap banyak sekali segi proses belajar yang harus diperbaiki dan disempurnakan, antara lain peningkatan kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Pasti masih bisa lebih baik.

Untuk mencapai tingkat kecemerlangan dalam pendidikan, proses pendidikan di sekolah harus diperbaiki dan ditunjang dengan kegiatan ekstra luar sekolah. Usaha untuk itu harus ditujukan kepada beberapa aspek pengetahuan dan kepribadian yang perlu diperhatikan:

  1. Usaha ekstra untuk meningkatkan kemampuan dalam empat mata pelajaran dasar:  Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, ditambah kemampuan bahasa asing.
  2. Peningkatan kemampuan dalam organisasi dan kepemimpinan agar mampu dan selalu siap menghadapi situasi yang berubah dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Kemampuan ini dapat dilatih dan diperoleh melalui pengalaman dari organisasi kecil di desa sampai organisasi kemasyarakatan.
  3. Kemampuan bela diri dan ketahanan mental (agama yang kuat). Suatu usaha pembinaan generasi baru dari kalangan keluarga yang terbatas, maupun dari keluarga besar masyarakat kita haruslah secara tegas diarahkan kepada sasaran-sasaran tersebut di atas. Jika seseorang memiliki dasar-dasar tersebut, maka peluang untuk berhasil pada jalur pendidikan akan semakin besar.
  • Upaya-upaya Untuk Mencapai Excellence Pada Jalur Pendidikan Formal

Seperti telah dikemukakan diatas, apabila kita ingin mencapai excellence dalam jalur pendidikan, harus ada upaya tambahan dalam proses belajar. Upaya belajar tersebut haruslah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat universitas/perguruan tinggi.

1). Tingkat Sekolah Dasar

Pada tingkat sekolah dasar, pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendidikan dan jaminan untuk mendapatkan tempat dengan Sistem Wajib Belajar. Hal yang menjadi masalah adalah efektivitas proses belajar mengajar, karena berbagai keterbatasan: mutu dan kemampuan guru, fasilitas pelajaran (buku-buku dan alat-alat peraga yang terbatas). Hal ini merupakan lingkaran setan, karena ujung pangkalnya sukar diketahui. Namun, inti masalahnya ialah karena keterbatasan kemampuan karena faktor-faktor ekonomi.

Upaya-upaya yang terbuka perlu dilakukan ialah

  1. Kegiatan belajar mandiri yang efektif dan berkelompok atas bimbingan guru tertentu diluar waktu sekolah. Ini memerlukan dana tambahan dan jaminan khusus bagi guru yang bersangkutan.
  2. Penyediaan fasilitas perpustakaan di Desa, agar anak-anak dapat memperoleh dan meminjam buku yang dibutuhkan sesuai dengan minat dan bakatnya.
  3. Kursus-kursus Bahasa Indonesia dan bahasa asing mulai dari tingkat sekolah dasar.
  4. Usaha meningkatkan kemampuan pengetahuan dan kesiapan murid-murid untuk mencapai tingkat lebih tinggi.

Sasaran yang harus dicapai adalah landasan pengetahuan yang memadai serta menumbuhkan motivasi untuk maju.

2)   Tingkat Pendidikan Menengah.

Pada tingkat pendidikan menengah harus diusahakan bahwa setelah selesai pada tingkat Sekolah Menengah Atas, anak-anak telah mampu dan memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan tinggi/ universitas.

Tahapan ini adalah tahapan terpenting dan persiapannya harus dilakukan sejak masih di SLTP. Seperti telah dikemukakan ada empat mata pelajaran yang harus dikuasai dan dipersiapkan untuk memasuki Perguruan Tinggi.

Kelompok Mata Pelajaran Eksakta:

– Biologi

– Kimia

– Fisika

– Matematika

Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Sosial:

– Bahasa Indonesia

– Bahasa Inggris

– Matematika Ilmu Sosial

– P M P

Namun, di masa depan ada dua mata pelajaran yang tetap akan dibutuhkan, yaitu bahasa asing dan Matematika.

Jika kita mengharapkan anak-anak kita di kemudian hari akan memperoleh kesempatan untuk memasuki perguruan tinggi (termasuk juga Akademi Militer, bagi yang berminat), haruslah mereka dipersiapkan dan mencapai kriteria excellence –yaitu tingkat kemampuan tinggi terhadap materi pelajaran yang diwajibkan sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Di samping itu harus pula ada usaha pembekalan, suatu upaya melalui bimbingan tes untuk kesiapan memasuki perguruan tinggi. Hal ini amat menentukan keberhasilan, karena banyak anak-anak kita yang mampu, tetapi tidak siap menghadapi sistem ujian dan sistem seleksi yang berlaku. Hal ini pun perlu persiapan, sehingga harus ada dana untuk itu.

Persiapan dan pembekalan haruslah dilakukan secara sistematis sejak kelas I sampai tahun ke-III. Di samping program yang dilaksanakan melalui sekolah, harus dilakukan pula kegiatan tambahan di luar sekolah.

3) Tingkat Pendidikan Tinggi/Universitas.

Apabila anak-anak telah berhasil memasuki Perguruan Tinggi Negeri, maka yang dibutuhkan ialah ketekunan dan pembinaan lingkungan. Lingkungan yang memadai yang dapat menumbuhkan motivasi untuk maju dan berhasil.

Untuk itu beberapa hal harus diusahakan antara lain:

  1. Harus ada upaya untuk terus-menerus berkonsultasi baik dalam lingkungan sesama mahasiswa maupun oleh para pembimbing atau orangtua.
  2. Kegiatan pembinaan tambahan melalui berbagai Study Club, khususnya pembinaan kemampuan bahasa dan komputer.
  3. Kegiatan penyaluran dan pengarahan, yaitu setelah tamat harus pula ada usaha untuk mencari kerja yang tepat dan sesuai dengan bidang keahlian. Hal ini bukan soal yang mudah karena mulai sekarang ini makin sulit mencari lapangan kerja meskipun sarjana sekalipun.

Dari semua usaha tambahan seperti di atas, semuanya haruslah atas dasar kerjasama yang erat dengan mengarahkan potensi dan kesediaan berkorban. Potensi yang terbatas dari masing-masing anggota keluarga, bila digabungkan dalam suatu organisasi, akan menjadi besar dan terarah sehingga dapat melaksanakan program-program yang besar.

Untuk itu, kita perlu mendirikan sebuah organisasi yayasan yang namanya dapat disepakati dalam pertemuan yang berbahagia ini.

  1. KERANGKA ORGANISASI SEBUAH YAYASAN UNTUK MEMAJUKAN PENDIDIKAN.

Dasar Pikiran

Dengan solidaritas kekeluargaan, potensi-potensi yang sedikit dan terbatas dapat menjadi besar. Dengan kesadaran bahwa untuk keturunan kita dan generasi baru, kita harus berkorban hari ini. Mungkin sebagian dana dan kemudahan-kemudahan harus ditunda untuk mencapai kemajuan di kemudian hari. Dengan mobilisasi potensi, khususnya dana yang teratur, akhirnya kita akan dapat mengumpulkan suatu jumlah yang cukup untuk diinvestasikan melalui deposito. Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk nembantu berbagai program yang telah dikemukakan di atas.

  • Organisasi

Keanggotaan akan terdiri dari seluruh kepala keluarga dari rumpun keluarga besar, dan warga desa Malua pada umumnya, serta para sarjana yang telah mencapai tingkat tertentu. Pimpinan yayasan hanya membuat program penggunaan dana dari hasil investasi atau deposito. Penggunaan dana ditetapkan sekali setahun oleh pimpinan yayasan.

  • Sumbangan Dana

Jumlah sumbangan diharapkan terdiri dari sedekah yang direlakan dari setiap anggota. Sumbangan tetap dan sumbangan tidak tetap.

Dalam garis besarnya diharapkan akan memperoleh dana dengan cara seperti berikut:

1). Pendaftaran anggota, jika memungkinkan ditetapkan pada hari reuni yang dihadiri oleh seluruh peserta keluarga serumpun.

2). Setiap anggota yang telah terdaftar dan telah mengisi formulir keanggotaan, akan menyumbang secara sukarela yang jumlahnya ditentukan dalam pertemuan ini juga. Pembayarannya dapat segera dilakukan, tetapi dapat pula dicicil dalam waktu tidak terlalu lama. (Minimal Rp 50.000,- s/d Rp 250.000,-) dalam waktu 3 bulan.

3). Setiap tahun masing-masing anggota akan menambah jumlah sumbangannya sebagai amal jariah, karena tidak akan dibelanjakan modalnya, melainkan hasilnya. Meskipun sedikit, tetapi tetap akan berkembang terus. Diharapkan setelah lima tahun jumlah tersebut akan meningkat dalam jumlah yang cukup untuk memajukan keluarga melalui berbagai program untuk keberhasilan pendidikan.

4). Pengumpulan dana lain melalui “celengan yayasan”. Celengan tersebut akan menampung sebagian infak berdasarkan ajaran Islam bahwa sebagian dari rezeki kita itu adalah rezeki orang lain. Oleh karena itu, kita harus bayar infaknya setiap kita menikmati rezeki Allah, dan dimasukkan kedalam “celengan yayasan”. Sekali dalam setahun, misalnya menjelang hari Raya Idul Fitri, celengan tersebut dibuka bersama-sama di mesjid, dihitung bersama, dan selanjutnya diserahkan kepada yayasan.

Dengan modal yang kecil, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kita harus memajukan pendidikan anak-anak kita, kalau kita ingin mendapat tempat terhormat di kemudian hari. Tanpa keberhasilan pendidikan sukarlah kiranya kita mencapai tempat yang selayaknya dalam teknostruktur di masa depan.

Dari masa lampau yang suram, kita berjuang dan menikmati sinar matahari terang hari ini. Tetapi generasi haruslah mencapai hari esok yang lebih baik.

Mari kita menggalang solidaritas kekeluargaan kita untuk menjalin dan memelihara semangat kita untuk maju, dan salah satu jalan terpenting ialah melalui pendidikan.

Dr. Syukur Abdullah

Malua, Enrekang, 16 Januari 1986